harga

Penyebab Naiknya Harga Kebutuhan Saat Lebaran

hargaLebaran terutama lebaran Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak umat muslim, dimana pada hari tersebut, umat muslim merayakan hari kemenangan usai sebulan penuh berpuasa. Diantara kesenangan itu, ada satu hal yang akan membuat para ibu rumah tangga pusing tujuh keliling. Apalagi kalau bukan naiknya harga kebutuhan yang bisa dipastikan naik. Hampir selalu atau bahkan memang selalu, momen Ramadhan dan lebaran seperti dijadikan ajang kenaikan nilai jual berbagai kebutuhan. Dan nilai jual kebutuhan terutama kebutuhan pokok sudah naik, sulit untuk turunnya, seakan senang bisa diatas nilai jual biasanya. Tentu hal ini membuat pihak kecil seperti masyarakat kelas menengah ke bawah akan semakin susah, karena pada saat lebaran, kebutuhan bahan pokok naik, begitu pula dengan nilai jual dari kebutuhan pokok yang dibeli juga naik.

Apa Saja Penyebab Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Saat Lebaran?

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab naiknya harga kebutuhan pokok terutama menjelang Ramadhan. Yang pertama adalah tingkat permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan penawaran. Hal ini terjadi karena pada saat lebaran, masyarakat mengalami peningkatan kebutuhan pokok dibanding hari-hari biasa, akan tetapi tidak di imbangi dengan persediaan komoditas kebutuhan pokok yang tidak mengalami kenaikan, sehingga pada saat dititik tertentu, dimana persediaan akan komoditas tidak mampu mencukupi permintaan, maka nilai dari kebutuhan pokok itu akan terus meningkat.

Faktor selanjutnya adalah distribusi komoditas yang tidak merata. Hal ini disebabkan karena pada saat Ramadhan menjelang lebaran, biaya transportasi juga ikut naik sehingga biaya untuk pendistribusian persediaan kebutuhan pokok juga ikut meningkat yang berimbas pada ikut merangkaknya nilai jual dari kebutuhan pokok yang dijual. Faktor yang terakhir adalah terlalu panjangnya rantai distribusi. Di Indonesia sendiri masih banyak sekali pengepul-pengepul dari berbagai kebutuhan pokok sehingga rantai untuk sampainya komoditas dari tangan petani ke tangan konsumen terakhir juga ikut bertambah panjang. Padahal semakin panjang rantai distribusi, semakin naik pula harga dari berbagai komoditas kebutuhan pokok, karena terlalu banyak pihak yang dilewati oleh komoditas tersebut menyebabkan nilai jualnya menjadi semakin tinggi.

Related posts: